Visit Website
VISIT US
About Us
FREE TRIAL
Services
PRODUCTS
Contact Us
CONTACT US
 
EDITION NO. 21
June 20, 2014
Logo Logo
Learn More
 

Produk Reksadana
PT. BNP Paribas Investment Partners dan
PT. First State Investment Indonesia
Akan Tersedia Di “Phillip Reksadanaku”

Berinvestasi reksadana semakin leluasa di "Phillip Reksadanaku", dengan tersedianya berbagai reksa dana dari BNP Paribas Investment Partners dan PT. First State Investment Indonesia.

Reksa dana apa saja yang menjadi pilihan Anda di "Phillip Reksadanaku" ?
Nantikan kabar baik selanjutnya di Newsletter Edisi Spesial.

Segera bergabung dengan “Phillip Reksadanaku”.

Berinvestasi Reksadana melalui “Phillip Reksadanaku” mulai dari Rp. 250.000,00*.
Untuk dapat berinvestasi reksa dana secara aman, nyaman dan murah di "Phillip Reksadanaku", segera klik DI SINI !!

"Saat kita menunda BERINVESTASI, Saat itu juga… kita menunda KESUKSESAN masa depan kita."

Kirim pertanyaan seputar “Phillip Reksadanaku”, di:
CustomerCare@phillip.co.id | profunds@phillip.co.id. Atau hubungi Customer Care Phillip Securities Indonesia (62-21) 57 900 900.

(Source: Business Development Division, Phillip Securities Indonesia)

 

INFLASI

Inflasi adalah proses kenaikan harga/harga barang secara umum dan terjaditerus menerus dalam kurun waktu tertentu.Berdasarkan definisi di atas, ada 3 komponen yang harus terpenuhi agarsuatu kondisi dapat disebut sebagai inflasi. Kenaikan Harga: Harga suatu barang dikatakan naik jika menjadi lebih tinggi dibandingkan dengan periode sebelumnya.
Bersifat Umum: Kenaikan satu atau dua barang saja tidak dapat dikategorikan sebagai kondisi inflasi. Suatu kondisi dapat dikategorikan sebagai inflasi apabila kenaikan harga terjadi pada sebagian besar barang, atau bahkan secara luas.
Terus-menerus: Kenaikan harga juga belum dapat dikategorikan sebagai inflasi apabila terjadi secara temporer. Kenaikan harga baru dapat disebut sebagai inflasi apabila terjadi secara terus-menerus.

Inflasi biasa dibagi berdasarkan karakteristik atau sifat berubahan hargaberdasarkan kelompok barang dan jasanya. Apakah barang & jasa tersebutcenderung sensitif terhadap kondisi tertentu, apakah perubahan inflasinyacenderung lebih disebabkan peraturan regulator, dan sebagainya.Jika kita mendengar kalimat “inflasi tahunan mencapai xx%”, biasanyainflasi itu mengacu pada inflasi umum (headline inflation), atau secarasederhana bisa dikatakan sebagai inflasi keseluruhan. Namun sebenarnyainflasi dapat dirinci menjadi dua komponen berikut:

  • Inflasi Inti (core inflation),atau komponen inflasi yangcenderung menetap atau persisten, dipengaruhi oleh faktorfundamental.
  • Inflasi Non Inti (non-core inflation),atau komponeninflasi yang volatilitasnya cenderung tinggi dipengaruhi oleh faktor selainfundamental. Inflasi non-inti dapat dibagi lebih jauh menjadi inflasi komponen bergejolak (volatile food) yang secara dominan dipengaruhi oleh peristiwa-peristiwa penting pada kelompok bahan pangan, dan inflasi komponen harga yang diatur pemerintah.

Penyebab Inflasi

Secara umum, inflasi dapat disebabkan oleh dua hal. Yang pertama adalah tarikan permintaan (demand-pull inflation), yaitu inflasi yang disebabkan oleh tingginya permintaan masyarakat akan barang-barang. Tingginya permintaan biasanya disebabkan tingginya likuiditas. Karena itu pemerintah dapat meredam demand-pull inflation ini dengan cara menaikkan suku bunga. Yang kedua adalah cost-push inflation atau inflasi yang didorong kenaikan biaya produksi.

Kenaikan biaya produksi sendiri dapat diakibatkan berbagai hal, misalnya gangguan distribusi, bahan baku langka, faktor alam dan lain sebagainya. Perbaikan infrastruktur merupakan salah satu faktor yang dapat menopang jalur distribusi barang, sehingga pada akhirnya dapat membantu menekan inflasi.

 

 

Intensitas Inflasi

Berdasarkan intensitasnya, inflasi dikelompokkan menjadi empat. Inflasi ringan (creeping inflation) yang kurang dari 10% per tahun kerap terjadi di negara-negara berkembang yang sedang berada dalam proses pembangunan. Inflasi sedang, 10%-30% per tahun, yang cukup membahayakan perekonomian dan pendapatan riil masyarakat karena menyebabkan kenaikan upah di bawah rata-rata kenaikan harga. Inflasi berat, 30%-100% per tahun, merupakan tingkat yang mulai sulit dikendalikan dan diperburuk dengan pelaku pasar yang berusaha mengambil keuntungan dengan berspekulasi. Inflasi liar (hyperinflation), lebih dari 100% per tahun, di mana orang lebih memilih untuk membeli barang dibandingkan menyimpan uang karena harga-harga melejit sementara nilai uang merosot.

Dampak Inflasi

Inflasi memiliki dampak yang sangat spesifik terhadap berbagai sektor dalam suatu perekonomian. Misalnya, dampak inflasi terhadap sektor konsumsi berbeda dengan dampaknya terhadap sektor bisnis. Akan tetapi, secara umum bagi individu inflasi menyebabkan meningkatnya jumlah uang yang diperlukan untuk memperoleh barang/jasa yang sama. Jika kenaikan pendapatan lebih kecil daripada inflasi, standar hidup seseorang akan menurun. Turunnya standar hidup secara masal merupakan akar permasalahan yang mengubah perekonomian suatu negara.

Inflasi dan Pertumbuhan Ekonomi

Inflasi menyebabkan perkembangan perekonomian menjadi tidak normal, dengan terjadinya beberapa kondisi tertentu. Penanaman modal spekulatif terjadi ketika orang memilih untuk membeli properti atau menyimpan barang berharga daripada alternatif investasi produktif. Inflasi yang semakin parah dan sulit dikendalikan meredam pelaku pasar dalam mengembangkan kegiatan ekonomi, serta memicu ketidakpastian ekonomi di masa depan. Dengan harga barang impor yang tertekan menjadi lebih murah dibandingkan produksi dalam negeri pada akhirnya menyebabkan defisit neraca pembayaran dan mendorong depresiasi mata uang.

Inflasi dan Regulator

Bank sentral setiap negara – terutama yang memiliki kewenanganindependen – memainkan peran penting dalam pengendalian inflasi. Yangumum dilakukan adalah upaya stabilisasi harga dengan cara mengendalianjumlah uang beredar dan atau tingkat suku bunga, serta nilai tukar. Upaya-upaya ini disebut inflation targeting, yang banyak diterapkan oleh banksentral di banyak negara termasuk Indonesia.

INVESTASI MELALUI REKSA DANA MENGANDUNG RISIKO. CALON INVESTOR WAJIB MEMBACA DAN MEMAHAMI PROSPEKTUS SEBELUM MEMUTUSKAN UNTUK BERINVESTASI MELALUI REKSA DANA. KINERJA MASA LALU TIDAK MENCERMINKAN KINERJA MASA DEPAN.

(Source: PT Manulife Aset Manajemen Indonesia)

 

Reksa Dana AmObligasi JIBOR 1 Year PLUS

       (Source: PT AMCI Manajemen Investasi Indonesia)





PHILLIP MORNING MARKET CALL
"Phillip Research Division"


JOIN WEBINAR KAMI:
Setiap pagi, pukul 08.30 - 08.55

WEBINAR MEMBAHAS TENTANG:

Market Review, 4Stock Movers, JCI Indication, Stocks to Watch Phillip, Relative Valuation Phillip, Technical analysis, Q&A.
Klik link dibawah untuk registrasi, kemudian masukan Email dan juga Webinar ID sesuai bulan bergabung:


WWW.JOINWEBINAR.COM

Jun 2014. Webinar ID: 155-290-131
Jul 2014. Webinar ID: 152-047-163

PMMC Tema Special: Pemilu, Pemerintahan Baru, dan Pasar Saham. Silahkan saksikan di channel youtube kami.

Lihat PMMC Special Pemilu

"PENDAFTARAN GRATIS, Cukup Mendaftar 1x dalam 1 bulan"

 
© Copyright 2014 Phillip Securities Indonesia. All Rights Reserved.
www.phillip.co.id | customercare@phillip.co.id | Tel: (+62-21) 57 900 900
FacebookTwitterYoutubeDribbleYoutube