Visit Website
VISIT US
About Us
FREE TRIAL
Services
PRODUCTS
Contact Us
CONTACT US
 
EDITION NO. 23
July 18, 2014
Logo Logo
Learn More
 

 

PT. RHB OSK Asset Management dan
PT. BNP Paribas Investment Partners
Telah Tersedia di "Phillip Reksadanaku"

Mulai 14 Juli 2014, reksadana-reksadana pilihan dari PT. RHB OSK Asset Management dan PT. BNP Paribas Investment Partners bergabung di Phillip Reksadanaku.
Reksadana-reksadana pilihan saat ini adalah :
RHB-OSK ASR (reksadana saham) dan RHB OSK LQ45 (reksadana index)
BNP Paribas Equitra (campuran) dan BNP Paribas Rupiah Plus (pendapatan Tetap)
Minimal Subscription = Rp 500.000

Sekilas tentang PT. RHB OSK Asset Management
PT. RHB OSK Asset Management, sebelumnya dikenal sebagai PT. OSK Nusadana Asset Management, adalah Manajer Investasi profesional yang meyediakan  produk dan jasa keuangan kepada nasabah retail, HNWI dan nasabah institusional.
PT. RHB OSK Asset Management didirikan pada tanggal 7 April 2003 dan memperoleh ijin sebagai Manajer Investasi dari BAPEPAM LK pada tanggal 21 Februari 2007 dengan Kep-01/BL/MI/2007. PT. RHB OSK Asset Management adalah anak perusahaan dari PT. RHB OSK Securities Indonesia, sebuah perusahaan sekuritas terkemuka di Indonesia dan merupakan bagian dari  RHB Investment Bank dan OSK Group, dua penyedia layanan jasa keuangan regional yang berpengalaman dan memiliki jaringan kuat di wilayah ASEAN dan Hong Kong

Sekilas tentang PT. BNP Paribas Investment Partners
PT. BNP Paribas Investment Partners merupakan hasil penggabungan antara PT. BNP Paribas Investment Partners dengan Fortis Investments, yang terbentuk sejak bulan Mei 2009. PT. BNP Paribas Investment Partners adalah bagian dari BNP Paribas Group yang menawarkan keahlian di bidang pengelolaan dana (asset management). Penggabungan ini telah menciptakan perusahaan manajer investasi global papan atas. Kini memiliki jangkauan global yang lebih luas, sumber daya yang lebih kuat, serta solusi investasi yang lebih beragam. (http://www.bnpparibas-ip.co.id/)

*Data NAV per 17 juli 2014

INVESTASI MELALUI REKSA DANA MENGANDUNG RISIKO. CALON INVESTOR WAJIB MEMBACA DAN MEMAHAMI PROSPEKTUS SEBELUM MEMUTUSKAN UNTUK BERINVESTASI MELALUI REKSA DANA. KINERJA MASA LALU TIDAK MENCERMINKAN KINERJA MASA DEPAN.

(Source: Business Development Division, Phillip Securities Indonesia)

Phillip Securities Indonesia Menggelar
"Media Launching and BreakFasting"
Untuk Pengenalan Produk Phillip Reksadanaku

Kamis 17 Juli 2014, Phillip Securities Indonesia mengadakan acara "Media Launching and BreakFasting" untuk pengenalan produk Phillip Reksadanaku sebagai satu-satunya platform investasi online dengan reksadana dan saham dalam satu platform. Acara ini dihadiri oleh beberapa rekan media dan juga para Pemimpin dari perusahaan Manajer Investasi yang telah menjadi partner bisnis dari PT Phillip Securities Indonesia.

Perusahaan Manajer Investasi yang hadir adalah Phillip Asset Management, First State Investments Indonesia, AMCI Manajemen Investasi Indonesia, Manulife Asset Management Indonesia, RHB OSK Asset Management, BNP Paribas Investment Partners.

(Source: Business Development Division, Phillip Securities Indonesia)

5 Langkah Rencana Investasi

Derasnya arus informasi yang berhubungan dengan pasar finansial dapat dengan mudah ‘mengganggu’ perilaku dan keputusan investasi. Padahal keputusan investasi harus disesuaikan dengan tujuan awal investor tersebut, yang tentunya berbeda satu sama lain.
Sebelum seorang investor mempertimbangkan apakah akan menambah, mempertahankan, atau merealisasikan hasil investasinya, seharusnya investor tersebut bercermin kepada 5 langkah rencana investasi, yaitu:
1. Apa tujuan investasi saya dan berapa lama waktu yang tersedia untuk berinvestasi?

Investasi dengan tujuan mengakumulasi dana pensiun, tentu saja berbeda dengan investasi untuk liburan akhir tahun. Semakin besar target dana yang kita inginkan, maka jangka waktu akumulasinya pun harus lebih panjang.
2. Bagaimana profil risiko saya?

Secara sederhana, profil risiko adalah tingkat keberanian investor dalam berinvestasi dan menerima potensi keuntungan maupun kerugian yang terjadi. Kelas aset investasi seharusnya disesuaikan dengan profil risiko investor, apakah konservatif, moderat, atau agresif.
3. Kelas aset apa yang sesuai dengan profil risiko tersebut?

Secara umum, kelas aset pasar uang memiliki risiko yang lebih rendah dibanding obligasi, dan obligasi memiliki risiko yang lebih rendah dibanding saham. Yang penting diperhatikan, seiring berjalannya waktu investasi dan pengalaman investor dalam berinvestasi, sangat mungkin profil risiko berubah. Inilah sebabnya investor perlu mengkaji ulang profil risikonya secara berkala, misalnya 1 atau 2 tahun sekali.
4. Berapa besar komposisi di setiap kelas aset?

Walaupun seorang investor memiliki profil risiko agresif, bukan berarti seluruh alokasi investasinya harus ditempatkan pada reksa dana saham. Investor harus mempertimbangkan porsi investasi untuk jangka pendek dengan volatilitas yang lebih terjaga, misalnya melalui reksa dana pasar uang. Demikian pula sebaliknya, seorang investor dengan profil risiko konservatif namun memiliki jangka waktu investasi yang panjang, dapat mencoba mengalokasikan sedikit investasinya pada reksa dana saham, karena walaupun secara jangka pendek instrumen investasi yang agresif volatilitasnya cenderung lebih tinggi, namun secara jangka panjang imbal hasilnya dapat lebih maksimal. Investor dapat melakukan diversifikasi, menempatkan dana dalam berbagai kelas aset dengan tingkat risiko dan potensi keuntungan yang berbeda, untuk menyebar risiko dan meraih potensi imbal hasil yang optimal.
5. Manajer investasi atau reksa dana mana yang dipilih?

Setelah mengkaji dan mempertimbangkan seluruh langkah di atas, investor dapat memilih reksa dana yang cocok yang dikelola oleh manajer investasi yang berpengalaman. Investor harus meneliti rekam jejak manajer investasi, berapa lama perusahaan manajer investasi berdiri, apakah memiliki ijin dari regulator (Otoritas Jasa Keuangan), bagaimana konsistensi kinerja reksa dana dalam berbagai siklus pasar?

Masalah yang sering terjadi dan menimbulkan penyesalan adalah investor tidak melakukan 5 langkah rencana investasi secara terstruktur, namun langsung berinvestasi – atau menjual/merealisasikan investasinya – berdasarkan arus informasi dari orang-orang disekitarnya, misalnya:
- ”….reksa dana A sangat bagus hasilnya…” (padahal belum tentu cocok secara profil risiko)
- “… lebih baik kita lepas sekarang… “ (padahal sebenarnya investor memiliki jangka waktu investasi yang panjang)
- “… jangan berinvestasi pada reksa dana B, merugikan!” (mungkin saja yang sebenarnya terjadi adalah reksa dana B tidak sesuai dengan profil risiko si pemberi saran sehingga ia menganggap reksa dana tersebut buruk)

Sekali lagi, setiap orang memiliki tujuan investasi, jangka waktu, dan profil risiko yang berbeda-beda. Sangat tidak bijaksana jika calon investor mengambil keputusan investasi hanya karena mengikuti orang-orang di sekitarnya.
Manajer investasi yang baik beserta tenaga pemasaran atau distributornya senantiasa akan memberikan edukasi investasi yang memadai, memiliki alat bantu untuk membuat calon investor mengetahui profil risikonya, dan memberi saran berdasarkan tujuan investasi dan profil risiko, menginformasikan potensi keuntungan dan risiko secara berimbang, dan secara berkala juga akan memberikan informasi pasar terkini yang berhubungan dengan dunia finansial.
Selamat berinvestasi.

 

INVESTASI MELALUI REKSA DANA MENGANDUNG RISIKO. CALON INVESTOR WAJIB MEMBACA DAN MEMAHAMI PROSPEKTUS SEBELUM MEMUTUSKAN UNTUK BERINVESTASI MELALUI REKSA DANA. KINERJA MASA LALU TIDAK MENCERMINKAN KINERJA MASA DEPAN.

(Source: Manulife Investor Sentiment Index, 2014)

Artikel : Kekuatan Pelipatgandaan

 

Pengantar Pelipat gandaan bukanlah suatu konsep baru - banyak dari antara kita akan mengingat mempelajarinya di saat kita sekolah. Ilmuwan legendaris Albert Einstein menyebutnya ‘kekuatan terbesar di jagat raya’, sedangkan konglomerat pebisnis Amerika John D Rockefeller menyebutkan pelipatgandaan itu adalah ‘keajaiban dunia yang kedelapan’.

Mungkin ini terdengar sebagai klaim yang berani, tetapi kekuatan pelipatgandaan suatu portofolio investasi memang seharusnya tidak diabaikan.

Apakah pelipatgandaan itu? Secara sederhana, pelipatgandaan ialah proses dimana hasil suatu investasi diinvestasikan kembali untuk menciptakan pengembalian hasil berikutnya.

Konsep pelipatgandaan lebih mudah digambarkan dengan contoh. Pada saat ulang tahun ke-25 mereka, kembar Annie dan Vanessa masing-masing menyediakan 10.000 dollar untuk investasi berbunga. Untuk mudahnya, asumsikanlah investasi itu membayar bunga 5% per tahun. Annie menginvestasikan semua bunganya setiap tahun, sedangkan Vanessa menarik bunga 500 dollar setiap tahun dan menggunakannya untuk pengeluaran sehari-hari. Coba kita lihat bagaimana investasi mereka pada saat ulang tahun ke-45 mereka

Vanessa memperoleh 500 dollar bunga setiap tahun selama masa 20 tahun - sehingga totalnya mencapai10.000 dollar. Tentu dia masih mempunyai investasi awalnya yang 10.000 dollar.


Di sisi lain, Annie, melihat investasinya bertumbuh lebih dari 26.000 dollar dengan menginvestasikan ulang bunganya. Tambahan 6.000 dollar yang ia peroleh diatas Vanessa menunjukkan kekuatan pelipatgandaan. Anda dapat melihatnya di tabel bahwa investasi Annie sekarang ini memberinya 1.263 dollar di tahun ke-20, sedangkan investasi Vanessa masih menghasilkan baginya hanya 500 dollar. Perbedaan ini akan terus bertumbuh selama waktu jika kedua saudari itu masih tetap berinvestasi.


Membuat pelipatgandaan bekerja lebih keras bagi anda:
Kekuatan pelipatgandaan dapat diperbesar jika anda melakukan kontribusi kecil secara reguler terhadap investasi anda. Coba kita lihat pada contoh lain untuk menekankan konsep ini.
Jimmy, Danny dan Tommy bersaudara ketiganya memutuskan untuk menginvestasikan 10.000 dollar dalam reksadana yang sama selama 10 tahun. Selama kurun waktu itu dana tersebut mengembalikan rata-rata 8% per tahun.
Senang dengan keputusan investasi permulaan ini, Jimmy tidak melakukan kontribusi-kontribusi tambahan. Saudaranya Danny yang lebih bijak tahu mengenai efek-efek pelipatgandaan dan memutuskan untuk melakukan tambahan tabungan secara rutin sebesar 100 dollar per bulan. Tommy - yang terbijak di antara mereka - memperhitungkan bahwa ia dapat menabung tambahan 200 dollar per bulan dan memastikan ia selalu mengkontribusikan jumlah itu terhadap investasinya. Perbedaan dalam pengembalian investasi mereka setelah 10 tahun cukup mengejutkan:

 

 

INVESTASI MELALUI REKSA DANA MENGANDUNG RISIKO. CALON INVESTOR WAJIB MEMBACA DAN MEMAHAMI PROSPEKTUS SEBELUM MEMUTUSKAN UNTUK BERINVESTASI MELALUI REKSA DANA. KINERJA MASA LALU TIDAK MENCERMINKAN KINERJA MASA DEPAN.

(Source: First State Investments Indonesia)

Tentu saja contoh ini merupakan contoh yang dibuat. Dimana juga mengabaikan fluktuasi-fluktuasi potensial dalam pengembalian investasi selama periode investasi, yang dalam kenyataan dapat mempengaruhi ketiga hasil.
Contoh-contoh ini menekankan bagaimana pelipatgandaan dan kontribusi secara reguler terhadap suatu rencana investasi dapat mempengaruhi secara besar kinerja suatu investasi. Dampak kinerja jangka panjang pelipatgandaan dapat sangat berarti dan tidak boleh diabaikan oleh para investor. Mungkin Einstein dan Rockefeller pada akhirnya, benar.

 

*Informasi diperoleh dari sumber-sumber yang dipercayai oleh First State Investments (“FSI”) dapat dipercaya dan akurat pada saat diterbitkan tetapi tidak ada pernyataan atau jaminan, dinyatakan atau tersirat, mengenai kewajaran, ketepatan, kelengkapan atau kebenaran informasi. Baik FSI, maupun asosiasi-asosiasi nya, juga tidak direktur, pejabat atau pegawai menerima tanggung jawab apa pun atas kerugian apa pun yang timbul baik secara langsung atau tidak langsung dari penggunaan dokumen ini.



PHILLIP MORNING MARKET CALL
"Phillip Research Division"


JOIN WEBINAR KAMI:
Setiap pagi, pukul 08.30 - 08.55

Klik link dibawah untuk registrasi, kemudian masukan Email dan juga Webinar ID sesuai bulan bergabung:


WWW.JOINWEBINAR.COM

Jul 2014. Webinar ID: 152-047-163

Aug 2014. Webinar ID: 156-046-163

"PENDAFTARAN GRATIS, Cukup Mendaftar 1x dalam 1 bulan"

 
© Copyright 2014 Phillip Securities Indonesia. All Rights Reserved.
www.phillip.co.id | customercare@phillip.co.id | Tel: (+62-21) 57 900 900
FacebookTwitterYoutubeDribbleYoutube